Gara-gara tetangga cerita tentang anaknya yang terlambat bicara di usia yang hampir 4 tahun, jadi ingat dengan si sulung. Dulu dia juga speech delay. Ingat banget umur 18 bulan masih bubbling sementara temannya sudah bisa menyanyi dengan cedal. Gara-gara itu aku dulu jadi sering nangis dan merasa gagal jadi ibu.
Umur 20 bulan saat dia masih juga bubbling akhirnya baru aku bawa ke dokter tumbuh kembang. Setelah mengalami serangkaian pemeriksaan dokter bilang dia normal, cuma ya memang telat bicara saja. Sepertinya ada hubungannya dengan aku yang terbiasa memakai banyak bahasa saat mengajak bicara dia sejak bayi. Kadang bahasa Indonesia, kadang Bahasa Inggris. Sementara dia mendengar aku dan ayahnya berbicara dalam bahasa Jawa. Demikian juga saat kami ngobrol dengan pengasuhnya memakai bahasa jawa halus. Tambah bingung lah dia karena mendengar 3 bahasa bukan bilingual lagi. Alhasil umur 20 bulan masih bubling.
Terkadang orang tua sering kali menganggap sepele masalah keterlambatan berbicara pada anak usia dini. Beberapa ada yang percaya mitos bahwa perkembangan berbicara anak bisa saja terlambat karena perkembangan di bidang lain lebih cepat.