Libur lebaran kemarin menjadi pengalaman tak terlupakan dalam sejarah perjalanan traveling kami. Biasanya saat pulang kampung kami mampir dulu menikmati indahnya Dieng. Sudah beberapa kali kami menikmati indahnya Dieng dan dinginnya Dieng dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Dieng seperti candu buat kami. Ingin ke sana lagi...dan lagi. Meski sudah berkali-kali tak bosan rasanya menikmati hamparan perbukitan dengan sayuran segar yang memanjakan mata. Meski jalan yang harus kami lalui berkelak-kelok, tidak menyurutkan niat kami untuk selalu main ke Dieng.
Pagi, siang atau maksimal sore biasanya kami menghabiskan waktu di Dieng. Kami selalu menghindari malam hari jika melewati Dieng. Kalaupun saat itu masih main, biasanya kami usahakan sudah turun sore hari untuk menghindari kabut. Kawasan pegunungan seperti Dieng rawan sekali turun kabut jika malam tiba.
Pengalaman Tak Terlupakan di Dieng
By the way sejak pandemi, kita belum pernah lagi menginjakkan kaki ke Dieng. Jadi karena sudah lama tidak ke Dieng, anak-anak request, sebelum sampai rumah nenek di Magelang, minta mampir dulu menginap ke Dieng.
Seperti biasanya aku selalu menghindari Dieng di malam hari karena terlalu berbahaya untuk menyetir. Jadi saat anak-anak minta ke Dieng aku putuskan untuk menginap di Wonosobo. Biasanya sampai Wonosobo malam hari, jadi kami putuskan untuk booking hotel di Wonosobo dan pagi harinya baru jalan ke Dieng.