Siapa yang tidak kenal dengan Kampoeng Kopi Banaran? Hampir sebagian besar kita yang tinggal di Semarang atau Jawa Tengah tidak asing dengan agrowisata satu ini. Kampoeng Kopi Banaran adalah kawasan perkebunan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). Terletak di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35. Agro wisata ini berada di ketinggian 480 hingga 600 mdp persis di tepi jalan Semarang – Salatiga atau satu kilometer dari Terminal Bawen.
Kampoeng Kopi Banaran ini adalah spot favorit untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Magelang dari Jakarta. Biasanya istirahat sambil makan gorengan atau minum kopi dan teh di Banaran Cafe. Tempat parkir yang luas, pemandangan hijau dan segar menjadikan Kafe Banaran ini selalu ramai dikunjungi para pengunjung, baik pengunjung lokal Semarang yang ingin makan-makan atau pengunjung yang mampir untuk istirahat seperti kami. Sebelum membahas tentang Kampoeng Kopi Banaran di era new normal, kita kasih tahu dulu ya wisata Kampoeng Kopi Banaran buat yang belum pernah berkunjung ke sana.
Wisata Kampoeng Kopi Banaran
Wisata Kampoeng Kopi Banaran
Untuk mengelilingi kebun kopi kita bisa naik kereta wisata. Kita bisa berkeliling area kebun kopi dengan kereta wisata dengan biaya 85 ribu rupiah untuk 7 orang. Kereta dilengakapi dengan sopir yang berfungsi sebagai pemandu dan akan bercerita seputar kebun kopi sampai pengolahan kopi.
Sumber : IG Kampoeng Kopi Banaran |
Selain beberapa aneka wisata, di Kampoeng Kopi Banaran ini kita juga bisa temui museum kopi dan bisa juga melihat proses pembuatan kopi dari biji kopi menjadi kopi. Di museum kopi kita melihat koleksi aneka barang dari beberapa puluh tahun lalu. Berbagai koleksi alat-alat lawas seperti mesin kopi klasik, manual grinder, serta toples berisi aneka ragam biji kopi dari seluruh Indonesia.mempelajari sejarah kopi di Indonesia lewat papan informasi yang dipajang di sekujur dinding museum.
Sumber : IG Kampoeng Kopi Banaran |
Untuk anak-anak, kita bisa wisata ikut wisata edukasi berkeliling agro wisata. Wisata edukasi ini diperuntukkan buat anak SD sampai anak kuliah. Bisa juga studi banding tentang kopi.
Sumber : IG Kampoeng Kopi Banaran |
Selain kebun kopi ada beberapa permainan yang bisa kita temui di Kampoeng Wisata Banaran. Diantaranya adalah :
- Outbond kids untuk anak-anak usia dini
- Spot selfie dengan background Rawa Pening dan pegunungan
- Pabrik kopi dan museum kopi
- Banaran kafe
- Laksita spa dengan yaitu spa dengan kopi yang membuat badan kita fresh kembali
- Outbond High Rope Circuit
- Kampoeng dolanan
- ATV dewasa
Sumber : IG Kampoeng Kopi Banaran |
Lengkap banget ya Kampoeng Wisata Banaran ini. Cocok buat liburan siapa saja dari anak-anak karena permainanannya lengkap, bapak-bapak penyuka kopi sampai emak-emak.
Setelah tutup untuk beberapa waktu sejak adanya wabah Covid 19, kini Kampoeng Kopi Banaran sudah mulai dibuka kembali untuk umum di era new normal. Sebuah kebetulan juga karena kami sempat berkunjung ke agro wisata ini saat mampir pulang kampung pertengahan bulan Agustus kemarin.
Jam menunjukkan pukul satu siang saat kami tiba di Kampoeng Kopi Banaran. Seperti biasa kami mampir untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang. Namun ada yang baru dari Kafe Banaran kemarin. Yuup di era new normal ini semua memberlakukan protokol kesehatan termasuk mbak-mbak yang melayani pesanan kami.
Puas makan soto, gorengan dan teh anget kami langsung ke belakang area Kafe Banaran. Bocil pengin jalan-jalan soalnya. Tempatnya sejuk banget, hijau dan rimbun dengan pohon-pohon besar. Suasananya adem, kontras dengan udara Semarang yang panas. Beberapa gazebo tampak di sana untuk duduk-duduk. Pun beberapa mainan anak-anak. Karena waktu kami tidak banyak, jadi cuma jalan-jalan sebentar sambil berfoto menikmati sejuknya suasana.
Area Kampoeng Kopi Banaran ini memang adem dan sejuk. Pantas banyak yang berkunjung ke sini. Parkiran Kafe Banaran penuh dengan berbagai plat mobil baik plat Semarang maupun plat mobil luar kota.
Masih ada sedikit waktu untuk jalan-jalan ke area Kampoeng Kopi Banaran di belakang kafe. Tampak papan besar yang menunjukkan peta area permainan. Jadi kita bisa kira-kira ingin bermain apa dan tempatnya dimana.
Ada yang berbeda di pintu masuk Kampoeng Kopi Banaran siang itu. Sebuah papan besar bertuliskan anjuran untuk memakai masker dan mencuci tangan tampak di sebelah gerbang pintu masuk. Sebelum pintu loket juga tampak sebuah tempat untuk cuci tangan lengkap dengan sabunnya.
Sebelum membeli tiket, aku dan bocil mencuci tangan di tempat cuci tangan yang disediakan di dekat loket pembelian. Mas petugas loket juga memakai masker dan tak lupa mengecek suhu tubuh pengunjung yang masuk ke area agro wisata.
Setelah membayar tiket seharga lima ribu rupiah, kita bisa masuk ke area wisata Kampoeng Kopi Banaran. Oya tiket masuknya bisa kita tukarkan dengan sebotol kecil air mineral loh.
Karena waktu kami terbatas dan kereta wisata antrinya lama, maka nggak jadi berkeliling naik kereta wisata. Kapan-kapan saja sengaja sempetin main ke sini untuk berwisata.
Di dalam area Kampoeng Kopi Banaran juga tersedia tempat cuci tangan dilangkapi dengan sabun di beberapa tempat. Jadi buat pengunjung kita tetap aman untuk berwisata.
Kesiapan Kampoeng Kopi Banaran di Era Kebiasaan Baru :
1. Penyemprotan desinfektan di beberapa tempat
2. Pengecekan suhu baik bagi pengunjung maupun karyawan
3. Karyawan wajib memakai masker , face shield dan sarung tangan
4. Tempat cuci tangan di beberapa tempat
5. Hand sanitizer di beberapa tempat
6. Pembayaran dengan QR code untuk mengurangi kontak dengan pengunjung
7. Baju yang dipakai setiap hari oleh karyawan harus ganti dan sudah dipastikan kebersihannya
Jadi buat teman-teman baik dari kota Semarang maupun dari luar kota jangan khawatir untuk berwisata di Kampoeng Kopi Banaran di era adaptasi kebiasaan baru ini karena telah melalui uji protokol kesehatan yang ketat. Di era adaptasi kebiasaan baru ini jam bukanya juga berubah yaitu setiap hari dari jam setengah delapan pagi dan tutup jam 8 malam.
Sumber : IGTV Kampoeng Kopi Banaran |
|
Bagi pengunjung dan pegawai harus di cek suhu. Karyawan yang berinteraksi dengan pengunjung juga memakai sarung tangan, face shield dan masker. Seluruh area juga disemprot dengan desinfektan sehingga aman buat pengunjung. Bahkan untuk meminimalisir kontak karyawan dengan pengunjung pembayaran menggunakan scan QR code.
|
|
Kampoeng Kopi Banaran siap menyambut semua wisatawan karena telah melakukan protokol kesehatan yang ketat bahkan sejak beberapa bulan lalu. Bisa kita lihat di youtube di bawah ini tentang kesiapan Kampoeng Kopi Banaran di era adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan yang ketat. Jadi kapan nih teman-teman main ke Kampoeng Kopi Banaran?
wah serunya bisa berkunjung ke kampoeng kopi banaran di era adaptasi baru, di Jakarta PSBB ketat lagi nih, beritanya sih mulai hari senin besok
BalasHapusIya Mbak kebetulan kemarin pulkam setelah sekian lama nggak pulang. Jadi kebetulan mampir ke Kampoeng Kopi Banaran
HapusSuamiku pernah ke sini, tapi aku engga diajaaaaakkk *cry*
BalasHapusPengin banget dah pan kapan berkunjung ke sini
soale kami memang sukaaakkk kopi dan sukaaaakkk dgn wisata semacam ini
Yuuuk mbaaak main ke Semarang. Asyiiik looh banyak tempat wisata termasuk Kampoeng Kopi Banaran ini.
HapusMurah banget tiketnya, cuma 5 ribu dan bisa ditukarkan dengan air mineral.
BalasHapusKereta wisatanya lucu ya bentuknya, anak-anak pasti suka naik kreta wisata kayak gini
Iya Mbak Nanik tiket masuknya murah. Nanti tiap masuk atau naik wahana bayar lagi per wahana.
HapusYa ampun jadi kangeen. Terakhir ke Banaran jaman anak masih bayi. Dulu sempet juga kesini keliling naik jeep. Masih 50K waktu itu. Masih bisa nikmatin harum dan cantiknya bunga di pohon kopi meski nggak banyak. Makanannya juga enak. Mau ah kesini lagi
BalasHapusYuk Mbak Ana ke sini lagi yuuuk..
HapusAlhamdulillah Kampoeng kopi Banaran sudah menjalankan protokol kesehatan ketat di masa adaptasi baru. Aku baru tahu lho ini, lokasinya sekitar 1 km dari Terminal Bawen..wah, bisa nih mampir saat mudik ke Kediri nanti.
BalasHapusAsyik kok mbak buat mampir istirahat kalau mudik
HapusAlhamdulillah ya, senang banget tempat2 wisata mulai buka kembali di era adaptasi baru ini, meski dengan memenuhi protokol kesehatan yang lengkap demi menjaga satu sama lain.
BalasHapusSeruu banget atulah jelong2 ke Kampoeng Kopi Banaran ini, mata fresh lihat yang ijo2. Sejenak liburan asik dan jadi pengalaman yang unik di new normal yaaa.
Fresh bangeeet mbak lihat yang ijo -ijooo
HapusNanti mau deh mampir ke Kampoeng Kopi Banaran kalau COVID pandemic ini udah beres, fresh segar dan menarik sepertinya
BalasHapusIya mbak bikin seger mata pokoknya. Yuk main..
HapusMenarik banget ya, ada Outbond kids untuk anak-anak usia dini di Kampung Wisata Banaran. Gak banyak yang menyelenggarakan ini.
BalasHapusIya kalau yang masih punya anak kecil seneng banget mbaak
HapusMirip kebun kopi di jember - jatim yg juga ada edukasi untuk yg ingin tau cara mengolah kopi. Tapi di wisata banaran ini lebih lengkap lagi. Moga2 bs ke sana
BalasHapusWaah di Jember ada juga wisata kopi seperti Banaran ya Mbak Artha? Aku malah baru tau
HapusAku paling suka ajak anakku wisata edukasi tapi semenjak pandemi ini belum pernah ajak dia kemana-mana. Nanti sehabis pandemi baru kita wisata edukasi, sudah banyak list kunjungan sehabis pandemi.
BalasHapusIya Mbak Chichie. Semoga pandemi segera berlalu ya biar bisa jalan-jalan lagi.
HapusKalau protokolnya ketat kita jadi lebih aman dan tenang ya mbak untuk berwisata...seru wisata di Kampoeng Kopi ini kopinya juga enak..
BalasHapusIya Mbak Dedew . Kalau protokolnya ketat kita aman dan tenang ya berwisata.
HapusKampung kopi tapi tempatnya mirip hutan karet ya mba, bagus juga nih konsepnya lebih keren lagi kalau dibawa ke kebun kopi nya petik kopi juga sambil ngopi tentunya
BalasHapusIyaa ada kafenya Mbak. Kita bisa ngopi di kafe Banaran di bagian depan.
HapusBerwisata ke Kampung banaran ini bisa sambil belajar juga ya Mbak tentang pengelolaan kopi dan bisa jadi ide merintis usaha dari hal-hal yang dipelajari di sini.
BalasHapusIya bisa belajar Mbak . Bisa berkunjung ke museum kopinya.
Hapusasiknya wisata kesini bisa sambil belajar tentang kopi, anak - anak pun seneng pastinya yah bisa eksplor disana
BalasHapusIya anak-anak senang mbak. Hijau-hijau adeem. Tempatnya luas
HapusLengkap juga fasilitas Kampoeng Kopi. Dari yang tua sampai mudah bisa menikmati.
BalasHapusBetul sekali mbak
HapusPernah singgah ke kawasan ini beberapa tahun lalu, wah suasananya ngangenin ya mba... semoga pandemi ini lekas berlalu...
BalasHapusIya suasananya memang ngangenin Mbak Ira
Hapusoke bangeet nih mba ada kampung kopi seperti ini. Tempatnya juga asyik dan oke untuk keluarga yaa
BalasHapusAsyik banget mbak buat wisata dan bersantai
Hapussiap banget tempatnya buat adaptasi kebiasaan baru, sudah pas banget buat jadi tempat wisata yang dikunjungi saat pandemi, tapi kalo psbb lagi kayak di jakarta yauda deh dirumah aja, hehehe
BalasHapusIya kalau PSBB seperti Jakarta ya belum bisa mbak. Alhamdulilahnya di Kabupaten Semarang ini protokol kesehatan wisatanya ketat
HapusPaling seneng kalau bawa anak ke Kampoeng Kopi Banaran ini emang keliling kebun kopi naik mobil khusus itu. Hanya saja kalau pas weekend emang antri lama ya.
BalasHapusAlhamdulillah protokol kesehatan sudah diterapkan secara benar di sana ya mba, jadi pengunjung pun sudah tidak was-was lagi saat jalan-jalan ke situ.
Iya mbak. Dari pembayaran yang non tunai, sampai tempat cuci tangan di banyak tempat diterapkan di sini
HapusKampung Banaran, apalagi bisa lihat proses pengolahan kopi, jadi auto mikir buat raw material kopinya di usaha Ngupi aku mba hehe
BalasHapusMain Mbak ke Kampuoeng Kopi Banaran. Barangkali bisa buat ide usaha ngupinya
HapusWah senangnya kalau bisa gini ya...berwisata dengan aman dan nyaman...Semoga pengunjung lain juga tertib dan disiplin menerapkan protokol Kesehatan
BalasHapusSenang kalau lokasi resto dan wisatanya bener2 memperhatikan keamanan dan kenyaman buat pengunjungnya gtu ya mbak? Kdng suka melow liat suasana sepi di lokasi semacam itu, kebayang dulunya rame banyak keluarga rekreasi di sana. Yah, moga2 lekas berlalu ya masa sulit ini aamiin
BalasHapusYa Allah kapan ya pandemi berakhir..pengen jalan-jalan ke Banaran. Melepas penat dengan secangkir kopi itu nikmat..
BalasHapusKampoeng kopi banaran, ini wajib masuk list destinasi wisata edukasi yang harus dikunjungi nih. Keren banget, tak hanya lokasi dan fasilitasnya, tapi juga pengelolaannya yang terlihat sangat profesional.
BalasHapuswah, enjoy it, so many spot selfie. can get new content and idea. Refresing and still keep protokol to healthy, is cook
BalasHapusSaya tuh selalu merasa beruntung kalau membaca tentang Kampung Kopi Banaran. Soalnya pernah mampir ke sini dan menikmati kopinya bersama suami. Mungkin karena saat itu bahagia banget, karena suami mau diajak mampir, yang lokasinya cuma kebetulan aku lihat di Google Maps saat kami melintas di tol menuju Rawa Pening. Gak tahu lah apa saja kenangan di sana, pokoknya kalau membaca tentang Kampoeng Kopi Banaran ini, pikiranku langsung bahagia hahaha
BalasHapusSeru banget.. Pingin ke waterboomnya tapi kayaknya blm buka ya..
BalasHapusjika senggang silakan kunjung balik ke artikel saya ya :D
Saya suka Kampoeng Kopi Banaran ini senang bisa ikutan Wisata edukasi tentang Kopi disini. Selain hiburan juga jadi sarana belajar
BalasHapusAda wacana mau ke semarang nih awal tahun depan, kayanya bisa mampir kesini ngajak anak-anak pasti seru
BalasHapusBanyak tempat wisata yang hanya fokus di cuci tangan dan penggunaan masker saja, tapi seneng pas tau kalau Kampung Kopi banaran pun menerapkan metode pembayaran yang contactless.
BalasHapusBagus banget Proses mengemas wisata yang dilakukan Kampung Kopi Banaran ini. Rasanya tempat-tempat lain bisa mencontohnya juga :)
Aku cuma sering lewat Banaran, tapi udah lama banget nggak mampir. Ternyata fasilitasnya banyak juga yaa.
BalasHapusAdaptasi kebiasaan baru di masa pandeminya bagus. Jadi merasa aman kalau mau main ke sana. Bisa bayar contactless juga. Ventilasi juga pasti oke,, main ke alam. Coba ah
Wah..seru ya wisata ke Kampung Kopi Banaran ini. Tempatnya sejuk dan asri...
BalasHapusAku nggak tau Kampung Kopi Banaran mbak, wkwk.
BalasHapusSebagai penyuka kopi, semoga tempat wisata ini bener-bener bisa jadi sarana edukasi kopi yang menyenangkan ya, among other things. Hm, aku lebih suka tiketnya lebih mahal, tapi bisa di-redeem dengan segelas kopi hahaha. Kayak di Farmhouse Bandung tuh, tiket bisa di-redeem dengan susu atau sosis. Biar memperkuat konsep dan ramah lingkungan.
Tetep ya, apa pun makanannya minumnya teh :D
Aku nggak tau Kampung Kopi Banaran mbak, wkwk.
BalasHapusSebagai penyuka kopi, semoga tempat wisata ini bener-bener bisa jadi sarana edukasi kopi yang menyenangkan ya, among other things. Hm, aku lebih suka tiketnya lebih mahal, tapi bisa di-redeem dengan segelas kopi hahaha. Kayak di Farmhouse Bandung tuh, tiket bisa di-redeem dengan susu atau sosis. Biar memperkuat konsep dan ramah lingkungan.
Tetep ya, apa pun makanannya minumnya teh :D
Asik iiih, jalan-jalan teyuuusss!
BalasHapusAnak2 seneng banget di sini luas dan ada arena mainnya
BalasHapusJadi enggak was-was ya mba kalau tempat yang dikunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Aku pun suka mba ke Kampoeng Kopi Banaran ini, enak sejuk gitu suasananya.
BalasHapus